Haruskah jiwa menerima hanya apa yang terlihat di dekatnya tanpa mempedulikan rasanya?
Haruskah syukur diwujudkan dengan menerima apa yang ada?
Bila tak ada yang memberi, tapi jiwa ingin diperkaya, apa yang harus dilakukan?
Yang ada hanya pencarian tanpa ujung..Yang terasa hanya penantian tanpa akhir..
0 comments:
Post a Comment